Jumat, 05 September 2014

Asal Usul Kota Pamekasan



Ki Ario Mengo telah membuka hutan di selatan Pulau Madura dan mendirikan Keraton Lawangan Daja, maka diartikel kali ini Ambang Inside akan meneruskan tentang keturunan dari Ki Ario Mengo. Ki Ario Mengo memiliki seorang puteri tunggal yang bernama Nyi Banu. Nyi Banu tumbuh menjadi gadis yang rupawan dan cerdas dan diharapkan oleh Ki Ario Mengo dapat menggantikan kedudukannya setelah ia wafat.
Untuk itu, sejak kecil Nyi Banu dididik dengan penuh kasih sayang oleh Ki Ario Mengo. Maka tidak mengherankan bila perilaku dan keluhuran budi Nyi Banu sangat mirip dengan ayahnya tersebut. Nyi Banu bukan hanya disegani oleh rakyat biasa, tetapi juga oleh pejabat Keraton Lawangan Daja.
Setelah Ki Ario Mengo wafat, Nyi Banu naik tahta dengan gelar Ratu Pawelingan atau Ratu Pawekasan. Oleh karena Nyi Banu merupakan satu-satunya putri yang menggantikan ayahnya ketika itu, maka tidak saja namanya sangat masyhur, tetapi juga keratonnya. Keraton Lawangan Daja ini kemudian hari dikenal dengan nama Keraton Pamekasan.
Tidak sia-sialah Ki Ario Mengo mendidik putrinya karena ternyata Nyi Banu dapat memimpin rakyatnya dengan baik dan sukses. Bidang pertanian dan perdagangan di Keraton Lawangan Daja maju dengan pesat. Banyak saudagar yang mengadakan hubungan dagang antar pulau menyinggahkan kapalnya di pantai Talang.


by :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Eiittsss.!! Budayakan berkomentar setelah membaca!