Ki
Ario Mengo telah membuka hutan di selatan Pulau Madura dan mendirikan Keraton
Lawangan Daja, maka diartikel kali ini Ambang Inside akan meneruskan tentang
keturunan dari Ki Ario Mengo. Ki Ario Mengo memiliki seorang puteri tunggal
yang bernama Nyi Banu. Nyi Banu tumbuh menjadi gadis yang rupawan dan cerdas
dan diharapkan oleh Ki Ario Mengo dapat menggantikan kedudukannya setelah ia
wafat.
Untuk
itu, sejak kecil Nyi Banu dididik dengan penuh kasih sayang
oleh Ki Ario Mengo. Maka tidak mengherankan bila perilaku dan keluhuran budi
Nyi Banu sangat mirip dengan ayahnya tersebut. Nyi Banu bukan hanya disegani
oleh rakyat biasa, tetapi juga oleh pejabat Keraton Lawangan Daja.
Setelah Ki Ario Mengo wafat, Nyi Banu naik tahta
dengan gelar Ratu Pawelingan atau Ratu Pawekasan. Oleh karena Nyi Banu
merupakan satu-satunya putri yang menggantikan ayahnya ketika itu, maka tidak
saja namanya sangat masyhur, tetapi juga keratonnya. Keraton Lawangan Daja ini
kemudian hari dikenal dengan nama Keraton Pamekasan.
Tidak
sia-sialah Ki Ario Mengo mendidik putrinya karena ternyata Nyi Banu dapat
memimpin rakyatnya dengan baik dan sukses. Bidang pertanian dan perdagangan di
Keraton Lawangan Daja maju dengan pesat. Banyak saudagar yang mengadakan
hubungan dagang antar pulau menyinggahkan kapalnya di pantai Talang.
by :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Eiittsss.!! Budayakan berkomentar setelah membaca!