Rabu, 10 Desember 2014

SINOPSIS MOCKINGJAY PART 1


DYSTOPIA. Produk dari kekuatan imajinasi manusia yang setelah mencapai utopia, masih belum puas juga dan akhirnya mengoyak batasan-batasan akal sehat dan meraih impian yang liar dan gila dengan memutarbalikkan utopia.


Mengapa harus ada dystopia? Apakah karena manusia semakin lama semakin jahat? Atau karena kemanusiaan kita makin lama makin digerogoti teknologi? Apakah karena Bumi sudah semakin tua, lelah, rusak parah akibat perbuatan manusia.


Inilah dunia dystopia yang diciptakan Suzanne Collinsmelalui trilogi The Hunger Games. Collins mengubah wajah negara yang tadinya adalah Amerika menjadi Panem, negara dengan tiga belas distrik dibawah pemerintahan ibukota Capitol. Jika di dua buku pertama trilogi ini, The Hunger Games dan Catching Fire, pembaca banyak disuguhi aksi mendebarkan dalam permainan maut Hunger Games dan Quarter Quell, makaMockingjay sebagai sekuel penutup tidak kalah banyak menyimpan aksi. Namun sayangnya aksi yang dimilikiMockingjay cenderung dingin dan tak berperasaan.


Cerita masih berpusat pada Katniss Everdeen, pemenang dari Distrik Dua Belas, yang kali ini dielu-elukan sebagai simbol pemberontakan, sang Mockingjay. Setelah diloloskan dari Quarter Quell oleh kelompok pemberontak dari Distrik Tiga Belas yang sebelum ini diyakininya sudah musnah, setelah memulihkan keadaan fisiknya Katniss menjalani sesi-sesi latihan dalam kota bawah tanah di Distrik Tiga Belas untuk menjadikannya seorang pejuang. Pemberontak. Prajurit Everdeen.

Distrik Tiga Belas sungguh aneh. Semua orang berpakaian sama, berwarna abu-abu membosankan. Ada jadwal yang ditato di tanganmu yang memberitahumu apa saja yang akan (dan harus) kau lakukan hari ini. Makanan dijatah dan diberikan tanpa variasi, jangan harap bisa makan enak disini. Sama sekali tidak ada hiburan. Semua orang terkungkung di bawah tanah, yang mana beberapa orang tidak bisa menyukainya, termasuk Katniss yang suka berburu di hutan. Dan Tiga Belas memiliki Presiden Coin, pemimpin wanita yang penuh perhitungan, namun sebenarnya tidak kalah kejam dari Presiden Snow.

Siapakah Katniss dalam Mockingjay? Rasanya kok nggak jelas. Meskipun dialah simbol pemberontakan, dan apapun yang ia lakukan berdampak kepada Capitol dan seluruh Panem. Katniss sudah amat lelah secara fisik dan mental setelah melalui Hunger Games dan Quarter Quell, ditambah dengan kehilangan orang-orang yang dicintainya, dan dalam Mockingjay bebannya menjadi semakin berat karena setiap perbuatannya memiliki konsekuensi bahwa ada yang akan dihukum, entah orang itu dekat dengannya atau tidak. Si gadis yang terbakar jadi melempem dalam buku final ini.


Peeta berubah 180 derajat. Ia ditahan dan disiksa sedemikian rupa oleh Capitol, dan kemudian para pemberontak berhasil menculiknya dan membawanya ke Tiga Belas, hanya untuk menghadapi anak lelaki yang telah kacau pikirannya. Peeta telah dibajak. Dicuci otak. Segala kenangan masa lalunya, terutama yang berhubungan dengan Katniss, diobrak-abrik dengan racun tawon penjejak. Peeta yang baru ini melihat Katniss sebagai mutt (makhluk buas ciptaan Capitol), dan bernafsu membunuhnya.

Katniss depresi. Stres. Menderita gangguan mental. Namun sementara itu ia terus berperang bersama para pemberontak, merebut distrik-distrik. Seakan luka-luka yang dideritanya belum cukup banyak saja. Katniss menjadi boneka Coin, sang Mockingjay yang menyulutkan api pemberontakan ke seluruh distrik. Namun ia belum mengetahui, bahwa Coin punya rencana lain terkait dengan dirinya. Katniss punya satu tujuan yang menguasai benaknya, yaitu membunuh Presiden Snow dengan tangannya sendiri. Gale selalu ada disampingnya selama perjuangan, namun juga ada Peeta dengan pikirannya yang kacau. Di saat-saat paling tak memungkinkan inilah, Katniss akhirnya bisa menentukan perasaannya ditujukan kepada siapa. Tapi percuma saja ia memilih, karena ia tahu dirinya, Peeta, Gale, beserta semua orang lain yang terlibat perjuangan, tidak ditakdirkan untuk tetap hidup.



Kejam, dingin, brutal, sadis, melelahkan. ItulahMockingjay. Penutup trilogi Hunger Games yang fenomenal ini jujur saja tidak memenuhi ekspektasi saya. Akhir dari perang di Capitol malah jadi antiklimaks. Penulis tidak menjabarkan banyak tentang perkembangan hubungan Katniss-Peeta, walaupun sudah membukanya dengan menarik dengan membuat ingatan Peeta kacau. Endingnya menguap begitu saja, walaupun epilognya cukup manis. Sang Mockingjay melakukan penerbangan terakhirnya dengan kelelahan luar biasa, dengan kondisi fisik dan mental yang sudah luluh lantak. Kemudian ia kandas begitu saja di tanah. Pada akhirnya, saya memberi 3 bintang buatMockingjay, karena penulisan Collins masih mengagumkan dengan segala detailnya.

Dialog penutup Katniss-Peeta tidak akan mudah dilupakan.

“You love me. Real or not real?”
I tell him, “Real.”

Hanya tinggal satu pertanyaan tersisa buat kita renungkan.
Akankah suatu saat nanti, di saat dunia sudah sedemikian rusaknya dan tak bisa dikendalikan lagi, dystopia versi Collins menjadi nyata?

KURTILAS=KURIKULUM TIDAK JELAS
Hallo sahabat blogger ini adalah tulisan pertama saya:) maklumlah seorang siswa seperti saya sangatlah sibuk. Apalagi siswa kurtilas hehe. Buat temen2 seangkatan pasti sudah tidak asing lagi dengan kurtilas bukan?. Ya, kurtilas adalah kurikulum baru yang diterapkan pemerintah untuk menganti kurikulum lama. Kurikulum ini belum memiliki rancangan yang sempurna namun telah diterapkan di sekolah2. Selain itu kurikulum ini masih memiliki beberapa masalah yang belum terselesaikan seperti keterlambatan pendistribusian buku, kebingungan guru untuk menerapkan kurtilas dll. 
(Nah ini klo gurunya bingung?, apalagi muridnya? -_- ) selain itu juga konsep kurtilas membuat siswa stress dan terbebani. Gimana tidak?. Disini kita dituntut untuk mengetahui yang tidak kita ketahui dan mencari materi pelajaran di internet.
(Lah iya pak kalau intenet lagi kenceng, kalo internet lagi lelet gimana?:/ apalagi siswa yang berada di pedesaan yang belum memiliki fasilitas internet bagaimana mereka bisa browsing? Mikir dong pak!)
Sedangkan peran guru hanya memberi tugas dan menilai. Nah kalo gini buat apa harus sekolah?, belajar di rumah terus browsing-browsing di internet juga cukupkan?. Kita kan sekolah karena ingin mengetahui pelajaran yang belum kita ketahui. Maksudnya jika kita tidak tau kan ada guru yang bisa mengajarkan kita agar kita bisa tau. Ini justru di Kurikulum 2013 siswa di haruskan untuk mengetahui apa yang belum di ketahui. Sedangkan guru hanya memberikan tugas, melihat dan menilai saja
 Duh, jelas sekali bukan? kalo guru itu sangat tidak berguna di kurtilas ini. -_-
Selain itu juga bab materi pelajaran ditambah. Banyaknya bab materi pelajaran dan tugas tugas yang gak ada habisnya dengan keterbatasan waktu yg kita punya malah membuat kita tidak paham dengan materi yang diajarkan. Apalagi saat ulangan kita tidak memiliki waktu untuk belajar karena mengerjakan tugas tsb, hal ini yang membuat nilai kita rendah. Untuk ulangan saja tidak ada waktu, apalagi untuk istirahat?. Sometimes saya berpikir, apasih gunanya sekolah kalau disana kita hanya dituntut menyelesaikan tugas untuk memperoleh nilai. Bukan dituntut memahami materi pelajaran?. Astaghfirullah, begitu menyakitkan Kurikulum 2013 ini. Semoga kedepannya kurikulum 2013 bisa dihapus atau di perbaiki lagi agar bisa berdampak baik untuk pendidikan di Indonesia bukan malah membebankan para siswa.  Karena kami adalah generasi-generasi muda Indonesia yang ingin cerdas dan bukannya ingin terbebani atau bukannya ingin stress. Siapa lagi penerus-penerus Indonesia yang cerdas selain kami semua? Mungkin hanya segini yang bisa saya sampaikan. Kalo ada salah-salah kata atau kata-kata saya yang kurang tepat maka saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Karena saya menulis tulisan ini hanya karena bentuk protes dan kekecewaan saya terhadap Kurikulum 2013. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih karena sudah membaca dan mengunjungi blog saya. Sekali lagi TERIMA KASIH ^_^

*Sir we are just human like you. We are not robot*
*kita juga bukan alat uji coba kurikulum 2013*